Pacu 28 Oktober 2026

SULUT JUARA UMUM KEJURNAS PACU PORDASI KE 60, PAPSEL BUAT KEJUTAN

PORDASI.ID – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacu PORDASI ke-60 Tahun 2026 resmi menuntaskan rangkaian kompetisinya melalui penyelenggaraan Seri II yang digelar di Lapangan Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (24/10/2026). Kejuaraan yang menjadi salah satu agenda penting dalam kalender olahraga pacuan kuda nasional tersebut berlangsung meriah dengan menghadirkan persaingan sengit antarkontingen untuk memperebutkan gelar juara umum.

Diikuti kontingen dari 14 provinsi, kejuaraan mempertandingkan 16 race, termasuk 10 kelas utama yang menjadi bagian dalam penghitungan poin Kejurnas. Ribuan masyarakat dan pencinta olahraga pacuan kuda turut memadati kawasan arena pacuan, menciptakan atmosfer pertandingan yang semarak sejak dimulainya perlombaan.

Antusiasme masyarakat Sulawesi Utara semakin terasa dengan kehadiran sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum PP PORDASI Aryo P. S. Djojohadikusumo dan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus. Kehadiran keduanya sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga pacuan kuda yang memiliki sejarah dan tradisi panjang di Sulawesi Utara.

Sulawesi Utara Kukuhkan Dominasi di Hadapan Publik Sendiri

Sorotan utama Kejurnas Pacu Seri II tertuju pada keberhasilan Kontingen Sulawesi Utara yang tampil dominan sekaligus memastikan gelar juara umum Kejurnas Pacu PORDASI ke-60 Tahun 2026.

Berbekal keunggulan 58 poin setelah merajai Kejurnas Pacu Seri I yang diselenggarakan di Legokjawa, Pangandaran, Jawa Barat, pada 26 Juli 2026, Sulawesi Utara datang ke seri penentuan dengan modal yang sangat menjanjikan.

Bertanding di hadapan publik sendiri menjadi keuntungan tersendiri bagi kontingen tuan rumah. Dukungan masyarakat yang terus mengalir dari sisi lintasan seolah menjadi tambahan motivasi bagi para joki, pelatih, pemilik kuda, dan seluruh tim untuk menampilkan performa terbaik.

Hasilnya, Sulawesi Utara kembali menunjukkan kekuatannya dengan mengumpulkan tambahan 91 poin pada Seri II. Raihan tersebut membawa total perolehan menjadi 149 poin, sekaligus mengantarkan Sulawesi Utara mengunci gelar juara umum dengan keunggulan yang sangat meyakinkan.

Dominasi tersebut semakin terlihat dari selisih poin yang cukup jauh dengan Kontingen Jawa Barat di peringkat kedua yang mengoleksi 44,5 poin. Sementara itu, Papua Selatan menempati posisi ketiga dengan 39,5 poin, disusul Jawa Tengah dengan 33,5 poin dan DKI Jakarta dengan 24 poin.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian membanggakan bagi Sulawesi Utara, sekaligus menegaskan posisi provinsi tersebut sebagai salah satu kekuatan utama olahraga pacuan kuda nasional.

Ketua Kontingen Sulawesi Utara sekaligus Ketua Pengprov PORDASI Sulawesi Utara, Adhi Supit, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan timnya memenuhi target yang telah dipersiapkan sejak awal kejuaraan. Menurutnya, gelar juara umum tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh unsur yang terlibat dalam kontingen.

“Kami bersyukur jalannya pertandingan pacuan kemarin sesuai dengan yang kami perkirakan dan harapkan. Gelar juara umum Kejurnas Pacu ini diraih berkat kerja keras seluruh tim dan para pemilik kuda,” ungkap Adhi Supit.

Lebih lanjut, Adhi berharap keberhasilan Sulawesi Utara tidak hanya menjadi pencapaian prestasi di arena pertandingan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan industri peternakan dan pembinaan kuda pacu di daerahnya.

“Semoga keberhasilan Sulut meraih gelar juara umum dapat membangkitkan kembali gairah peternakan kuda-kuda di Sulut dan menjadi barometer kuda-kuda berprestasi di tingkat nasional,” lanjutnya.

Harapan tersebut sejalan dengan potensi besar Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah yang memiliki tradisi kuat dalam pengembangan olahraga pacuan kuda. Keberhasilan meraih gelar juara umum diharapkan dapat menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kualitas pembinaan, pembiakan, dan pengembangan kuda-kuda pacu berprestasi.

Piala Bergilir Presiden RI Disambut Meriah Masyarakat Sulawesi Utara

Puncak kemeriahan Kejurnas Pacu PORDASI ke-60 terjadi saat prosesi penyerahan Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia kepada Kontingen Sulawesi Utara sebagai juara umum.

Ketua Umum PP PORDASI Aryo P. S. Djojohadikusumo menyerahkan trofi bergilir tersebut dalam rangkaian seremoni penghargaan yang berlangsung di arena pacuan Maesa Tompaso.

Momen membanggakan itu semakin istimewa ketika Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus turut mengangkat trofi bergilir sebagai simbol keberhasilan daerahnya meraih prestasi tertinggi dalam kejuaraan nasional tersebut.

Sambutan meriah masyarakat yang hadir di arena pacuan menambah suasana emosional perayaan kemenangan. Kebanggaan atas keberhasilan kontingen tuan rumah terasa begitu kuat, mencerminkan besarnya kecintaan masyarakat Sulawesi Utara terhadap olahraga pacuan kuda.

Lebih dari sekadar keberhasilan dalam kompetisi, pencapaian tersebut juga menjadi representasi dari kerja keras para atlet, pelatih, pemilik kuda, stable, dan seluruh unsur pendukung yang selama ini berkontribusi terhadap pembinaan serta pengembangan olahraga pacuan kuda di Sulawesi Utara.

Papua Selatan Melesat ke Tiga Besar, Khasmir BB dan Duke BB Jadi Sorotan

Di tengah dominasi Sulawesi Utara, penampilan Kontingen Papua Selatan menjadi cerita menarik lainnya dalam Kejurnas Pacu PORDASI ke-60 Tahun 2026.

Mengawali persaingan dengan menempati peringkat keenam klasemen sementara seusai Seri I dengan koleksi 16 poin, Papua Selatan datang ke Maesa Tompaso dengan tantangan besar untuk memperbaiki posisinya.

Namun, kontingen tersebut justru mampu menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Melalui persaingan ketat di sejumlah kelas pertandingan, Papua Selatan berhasil membukukan tambahan 23,5 poin, sehingga total perolehannya meningkat menjadi 39,5 poin.

Tambahan poin tersebut membawa Papua Selatan melesat ke peringkat ketiga klasemen akhir, sebuah pencapaian yang patut mendapat apresiasi mengingat ketatnya persaingan antarkontingen sepanjang dua seri Kejurnas.

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian datang dari kuda Khasmir BB milik Blue Blood Stable yang berhasil meraih kemenangan pada Kelas A Star of Stars 2.200 meter, salah satu kelas paling bergengsi dalam kejuaraan.

Keberhasilan Khasmir BB menjadi bukti kualitas dan daya saing kuda pacu yang memperkuat Kontingen Papua Selatan. Performa impresif juga ditunjukkan Duke BB, yang turut memperkuat skuad Blue Blood Stable dalam persaingan kelas Star of Stars.

Penampilan kedua kuda tersebut menjadi bagian penting dari kiprah Papua Selatan di Maesa Tompaso. Khususnya bagi Blue Blood Stable, hasil ini semakin memperlihatkan perkembangan positif pembinaan dan persiapan kuda-kuda pacu yang diproyeksikan untuk bersaing di level nasional.

Keberhasilan Papua Selatan menembus tiga besar juga memberikan gambaran bahwa persaingan olahraga pacuan kuda Indonesia semakin kompetitif, dengan munculnya kekuatan-kekuatan daerah yang mampu memberikan tantangan kepada kontingen unggulan.

Kejurnas Pacu 2026 Jadi Momentum Penguatan Prestasi Nasional

Berakhirnya Kejurnas Pacu PORDASI ke-60 Tahun 2026 tidak hanya menghasilkan Sulawesi Utara sebagai juara umum, tetapi juga menghadirkan sejumlah catatan positif bagi perkembangan olahraga pacuan kuda nasional.

Antusiasme masyarakat yang memadati Lapangan Pacuan Kuda Maesa Tompaso menjadi bukti bahwa olahraga pacuan kuda masih memiliki daya tarik yang kuat, khususnya di daerah-daerah dengan tradisi pacuan yang telah mengakar.

Sementara itu, persaingan ketat antarkontingen, peningkatan prestasi sejumlah daerah, serta kualitas penampilan kuda-kuda pacu menjadi modal penting bagi keberlanjutan pembinaan dan penyelenggaraan kejuaraan pada masa mendatang.

Bagi PP PORDASI, Kejurnas Pacu merupakan bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas kompetisi, memperluas pembinaan olahraga pacuan kuda di berbagai daerah, serta membangun ekosistem olahraga berkuda yang semakin profesional dan berprestasi.

Bagikan