Tim Eventing Indonesia menuntaskan perjuangan pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan menempati peringkat ke-6 beregu setelah melewati tiga fase pertandingan, yakni Dressage, Jumping, dan Cross Country.
Indonesia diperkuat Marcho Alexandro Momuat, Muhamad Zaki, Fergi Tri Nur Fajar, dan Steven Menayang dalam persaingan menghadapi tim-tim terbaik Asia.
Perjuangan Tim Indonesia Dimulai dari Dressage

Pertandingan Eventing diawali dengan kategori Dressage. Dari empat wakil Indonesia, Marcho Alexandro Momuat bersama Kodaline 3 mencatat hasil terbaik dengan menempati peringkat ke-15.
Muhamad Zaki bersama Sure Gold VHP Z berada di peringkat ke-25, disusul Steven Menayang bersama Diaconthierra di peringkat ke-28, sementara Fergi Tri Nur Fajar bersama Quincent menempati peringkat ke-32.

Hasil empat rider tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-8 klasemen sementara beregu setelah pertandingan di kelas Dressage.
Perjuangan kemudian berlanjut ke kategori Jumping. Tim Indonesia mampu memperbaiki posisi dan naik ke peringkat ke-7 beregu, sebelum menghadapi Cross Country sebagai pertandingan penentu.

Pada pertandingan di kategori Cross Country, perjuangan empat rider Merah Putih kembali membawa Indonesia memperbaiki posisi. Setelah seluruh rangkaian pertandingan selesai, Tim Eventing Indonesia menempati peringkat ke-6 klasemen akhir beregu Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Marcho Alexandro Tembus Peringkat 11 Individual

Di nomor individual, Marcho Alexandro Momuat bersama Kodaline 3 menjadi wakil Indonesia dengan hasil akhir terbaik. Marcho memulai persaingan dengan menempati peringkat ke-15 pada Dressage. Setelah menyelesaikan fase Jumping, Marcho berada di peringkat ke-17.
Pada Cross Country yang menjadi fase terakhir, Marcho mampu memperbaiki posisinya secara signifikan. Ia menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan dengan menempati peringkat ke-11 individual Eventing Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Peraih Medali
Pada nomor beregu, medali emas diraih Thailand (109,90 penalti), medali perak Jepang (115,20 penalti), dan medali perunggu Korea Selatan (143,50 penalti). Sementara pada nomor individual, medali emas diraih Alex Hua Tian/China bersama Manjushri (26,90 penalti), medali perak Woraphat Sittiju/Thailand bersama Uster de Chanay (30,10 penalti), dan medali perunggu Yoshiaki Oiwa/Jepang bersama Ottawa des Desig (31,70 penalti).